Seandainya

seandainya ....
ibu masih ada di sini bersamaku, di sampingku, menemaniku seperti para ibu lainnya.
seandainya Tuhan meberiku kesempatan untuk bertemu denganmu saat ini, aku ingin mencurahkan seluruh isi hatiku bu.
seandainya .....
aku tak terjebak dalam sandiwara ketulusan seorang ibu tiri, sungguh betapa aku ingin meluapkan semuanya yang aku rasakan. Hanya saja aku rasa tak sanggup, menceritakan semua kepalsuan yang ku rasa.
untuk siapapun yang membaca tulisan ini, untuk siapapun yang masih memiliki ibu, yang masih bisa melihat senyumnya tanpa terhalang suatu apapun. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan semua isi hati kalian, jangan malu untuk bilang "aku sayang ibu", jangan malu untuk mencium keningnya, jangan pernah malu untuk memeluknya. percayalah kalian akan menyesal saat ibu sudah ta ada lagi bersama kalian.
sejak aku lima tahun, saat itu ibu ku pergi untuk selamanya. Sungguh aku baru mengerti sekarang apa itu arti kehilangan. Dulu sama sekali aku tak mengerti apa yang terjadi dan apa yang aku alami.
saat ini saat aku sudah sedewasa ini aku baru menyadari semua itu. Tuhan tolonglah beri aku ketabahan hati, sering aku merasa iri pada mereka yang masih memiliki ibu.
sebenarnya aku bersama ibu saat ini, hanya saja bukan ibu yang sebenarnya. Dia baik, dan dia menyayangiku hanya saja semua tak nampak seperti realitanya. yang aku rasakan tak ada ketulusan darinya, itu yang membuat aku selama ini merasa tertekan. dia tak bisa menyayagiku seperti layaknya seorang ibu.
Percayalah tak ada satu orangpun yang dapat menggantikan posisi seorang ibu, jika ada itu hanya dalam dongen. Kenyataannya tak ada yang benar-benar setulus itu.
Aku kadang merasa sendiri, aku hanya memiliki seorang aya dan seorang saudara kandungku. setiap apapun masalahnya aku selalu bercerita pada ayahku.
aku menulis disini karena aku merasa kesepian, aku rasa sudah terlalu sering dan terlalu banyak aku bercerita pada ayah, aku tak ingin membuatnya sedih.
Seandainya aku diberi kesemapatan untuk lebih mengenal ibu ku, di beri waktu sedikit lebih lama lagi. Aku takan pernah melepaskan pelukannya. Bahkan tanpa foto itu mungkin aku tak akan mengeal ibu ku, hatiku begitu sakit saat berusaha mengingat ibuku. berusaha mengingat wajahnya. jangankan untuk bertemu, saat ini aku membayangkannyapun tak mampu. 
Betapa aku merindukanmu ibu, semoga Allah mempertemukan kita di Surga nanti. aamiin

0 komentar:

Posting Komentar